Detail Cantuman Kembali

XML

HUBUNGAN HBA1C DENGAN KONVERSI SPUTUM PADA PASIEN TUBERKULOSIS KATEGORI 1 DENGAN DIABETES MELLITUS


Secara global kejadian tuberkulosis (TB) dapat dikaitkan dengan diabetes mellitus (DM) sebesar 15%. Pasien TB-DM merupakan salah satu faktor risiko terjadinya ketelambatan konversi sputum pada akhir fase intensif. Salah satu parameter untuk menilai keberhasilan terapi ialah HbA1c. Diduga terdapat hubungan antara HbA1c dengan BTA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan HbA1c dengan konversi sputum pada pasien TB kategori 1 akhir fase intensif dengan DM.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan jenis penelitian Cohort Prospective, yaitu dilakukan pengamatan BTA sebelum dan sesudah mendapatkan obat anti tuberkulosis pada pasien TB kategori 1 dengan DM dan dilakukan pengukuran HbA1c pada akhir fase intensif selama 2 bulan. Penelitian ini dilakukan dibeberapa Puskesmas Surabaya Utara dari bulan November 2019 sampai Maret 2020.
Penelitian ini melibatkan 38 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, tetapi terdapat 1 pasien yang drop out. Terdapat 21 pasien TB nonDM dan 16 pasien TB-DM. Berdsarkan uji Independent t-test, nilai HbA1c pada pasien TB-DM lebih tinggi daripada pasien TB nonDM secara signifikan. Pada uji korelasi Pearson didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara HbA1c dengan BTA akhir fase intensif, tetapi terjadi konversi sputum sebesar 85,71% pada pasien TB-DM.
Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara HbA1c dengan konversi sputum pada pasien TB kategori 1 akhir fase intensif dengan DM (r = 0,003 dan  = 0,990).

RIZKIYAH, FITRIYATUL - Personal Name
6B.S-Far Riz h 25-20
6B.S-Far Riz h 25-20
Text
Indonesia
Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya
2020
Surabaya
LOADING LIST...
LOADING LIST...